Tentang Unit Kerja UMM

RUMAH SAKIT UMM

Rumah Sakit UMM adalah suatu instalasi usaha milik UMM, Rumah Sakit ini merupakan sarana penunjang pendidikan dan merupakan salah satu profit center dari Universitas Muhammadiyah Malang. Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang diresmikan oleh Presiden Ke-5 Republik Indonesia oleh Ibu Hj. Megawati Soekarno Putri pada tanggal 17 Juni 2014 di bangun diatas lahan dengan lokasirumah sakit tidak jauh dari Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Malang yaitu tepatnya di sebelah timur terminal Landungsari. Berdiri diatas tanah seluas 9 hektare dan memiliki bangunan utama setinggi 6 lantai dan beberapa bangunan gedung penunjang setinggi 5 lantai dan gedung rawat inap setinggi 3 lantai. Bentuk bangunan yang megah dan tertata rapi dengan ciri khas arsitektur tiongkok, menjadikan RS Universitas Muhammadiyah Malang ini mudah dikenali oleh segala lapisan masyarakat. Keberadaan RS UMM merupakan bagian dari layanan kesehatan berusaha untuk memberikan pelayanan  terbaik bagi seluruh pasien. Mengusung motto “pelayananku, pengabdianku” mendorong RS UMM agar terus dan terus belajar meningkatkan layanan yang memuaskan masyarakat.

Dengan adanya Rumah sakit UMM ini diharapkan dapat mempermudah  seluruh masyarakat khususnya kota malang dalam menerima pengobatan dengan baik, semoga segalah mutu pendidikan dan praktek lapangan rumah sakit UMM kemudian pengetahuan dan ilmu yang diperoleh oleh para mahasiswa dapat bermanfaat sangat baik bagi masyarakat yang memiliki strata tinggi ataupun rendah, karena orang-orang yang bergelut di bidang ini harus memiliki jiwa yang mendahulukan kepentingan orang yang mebutuhkan pertolongan pertama, bukan hanya siapa yang memili budget.

HOTEL UMM INN

UMM Inn adalah hotel pendidikan pertama di Malang. Hotel ini berada 3 mil dari pusat kota Malang dan dekat dengan Kota Batu. Hotel ini juga merupakan tempat sempurna untuk pertemuan, konferensi, dan seminar sekaligus menyediakan pelayanan yang mudah yang bagi kebutuhan berbagai tema pesta yang sesuai dengan kebutuhan. Hotel UMM inn menawarkan beragam fasilitas yang pastinya siap memuaskan para pengunjung selama berada di area Hotel seperti AC room, coffe shop, restaurant, wi-fi, shower & bathtub, live acoustic, 24 jam service room dan masih banyak layanan lainnya. Hotel ini memiliki total kamar sekitar 48 kamar yang terbagi menjadi beberapa tipe kamar antara lain Standart, Superior, Deluxe, Junior Suite, Suite dan Extra Bed. Untuk tarif perkamarnya dimulai dari harga Rp.140.000 untuk tipe kamar Extra Bed sampai dengan Rp.700.000 untuk tipe kamar Suite. Selain tempat penginapan yang nyaman,

Dengan adanya Hotel UMM inn ini diharapkan dapat mempermudah para pendatang yang sedang berliburan di malang yang mungkin kesulitan mencari tempat penginapan atau instansi-instansi yang ingin mengadakan pertemuan kerja, semoga hotel UMM inn ini dapat membantu dengan harga yang tejangkau dan fasilatas yang bagus.

UMM BOOKSTORE

UMM Bookstore adalah unit usaha di bawah kepemilikan UMM dan sedang didaftarkan sebagai Perseroan Terbatas (PT). UMM Bookstore mulai beroperasi pada tanggal 21 Agustus 2005. UMM Bookstore bertempat di Jl. Raya Tlogomas no.246 Malang. Luas Bangunan 2.500 m2. Terdiri dari 2 lantai, lantai I untuk display stationary, merchandise dan counter pelayanan. Lantai II khusus buku dan majalah.  Mencapai posisi sebagai sumber utama penyedia buku, majalah, fancy, stationary dan merchandise untuk civitas akademika UMM, komunitas Muhammadiyah dan masyarakat di wilayah Malang Barat dan Batu. Dengan adanya UMM bookstore ini semoga dapat mempermudah mahasiswa dan para pelajar dalam mencari buku kebutuhan masing-masing

SENGKALING KULINER

 

 

 

Sengkaling adalah sebuah taman rekreasi yang dikelola oleh universitas Muhammadiyah Malang. Sebelumnya taman rekreasi sengkaling dikelola oleh PT Taman Bentoel, anak perusahaan Bentoel Group yang bergerak di bidang jasa pariwisata dalam bentuk taman rekreasi. Sengkaling terletak di Desa SengkalingKecamatan DauKabupaten Malang. Taman rekreasi ini terletak di tepi Sungai Brantas yang merupakan sumber air bagi telaga buatan yang terdapat di taman rekreasi tersebut. Daya tarik utama dari taman rekreasi ini adalah bersepeda air di telaga buatan seluas 2 hektare, berbagai wahana permainan bagi anak-anak, beberapa koleksi binatang (singa, merak, kuda) dan kolam renang. Selain itu terdapat beberapa kolam pemandian yang airnya berasal dari sumber alami. Bukan hanya tempatnya yang bagus dsn wahananya yang seru, sengkaling UMM juga menyediakan kuliner yang enak-enak untuk di santap ketika kita sedang bersantai-santai disana. Dan sengkaling UMM enak untuk di jadikan tempat wisata keluarga juga. Diharapkan sengkaling UMM dapat terus mengembangkan sarana dan prasarananya agar terus maju dan para pengunjung dapat senang dan tenang ketika berkunjung di sengkaling UMM.

 

KEUNGGULAN JURUSAN KEHUTANAN <3

   saya memilih jurusan kehutanan dikarenakan ketertarikan saya ketika melihat hewan-hewan terutama hewan berbulu, dan ketertarikan saya kepada tanama terutama bunga. Dengan saya memilih jurusan kehutanan ini saya harap bisa menjadikan saya lebih dekat dengan alam flora dan fauna dan saya berharap kelak ketika saya telah lulus di bidang kehutanan ini  dapat meningkatkan mutu dan produktivitas Hutan di indonesia, apalagi indonesia ini memiliki hutan hujan tropis yang produktivitas tanamannya berupa heterogen yang menjadikan tanaman indonesia memiliki keanekaragaman pada flora, bukan hanya tanaman indonesia juga memiliki keanekaragaman spesies fauna. jadi sangat di sayangkan jika kita sebagai orang indonesia kurang memperhatikan, dan membiarkan begitu saja SDA yang ada di indonesia.

Hutan Hujan Tropis Indonesia

Keunggulan dari jurusan ini sendiri adalah,

  1.  mampu mengelola ekosistem hutan secara
    profesional baik dari aspek ekologi, sosial, ekonomi dan politik. Lulusan
    juga memiliki kemampuan di bidang silvikultur, ilmu ukur kayu,
    inventarisasi hutan, perencanaan hutan, dan manajemen hutan.
  2.  menguasai konsep silvikultur intensif meliputi
    ekosistem hutan, pembangunan dan pemeliharaan ekosistem hutan,
    rekayasa genetik, rekayasa tempat tumbuh, dan perlindungan hutan.
  3.  menguasai dasar dan aplikasi Teknologi Hasil
    Hutan. Selain itu, lulusan juga memi-iki keahlian dalam bidang perekatan,
    konstruksi, pulp kertas, energi biomassa, perencanaan dan manaje-men
    industri hasil hutan, pengenda-lian mutu hasil hutan, dan pena-nganan
    limbah industri hasil hutan.
  4. menguasai teknik pelestarian sumberdaya hutan secara
    berkelanjutan untuk melindungi, mengawetkan dan memanfaatkan
    sumberdaya hutan berkelanjutan.

About UMM

 

PROFILE UMM

Universitas Muhammadiyah Malang merupakan salah satu kampus swasta yang berdiri tahun 1964 yang di bangun oleh K.H Ahmad Dahlan dan yang dimiliki oleh perserikat Muhammadiyah. Akreditasi institude yaitu A, Muhammadiyah memiliki slogan “Dari Muhammadiyah Untuk Bangsa”. Muhammadiyah memiliki 3 kampus, kampus I terletak di Jl. Bandung No.1 Malang, kampus II terletak di Jl. Bendungan Sutami 188A Malang, kampus III terletak di Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang. Dengan fakultas Berjumlah 12, dan prodi berjumlah 56.

PRESTASI DARI UMM

PRESTASI INSTITUSI

1. 50 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia versi Dikti

2. The 100 Promising Universitas versi Dikti (dipromosikan di Dunia Internasional)

3. Ranking 7 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia versi Globe Asia Magazine

4. Kampus Terunggul di Jawa Timur versi Kopertis VII

5. Pada tahun 2017, UMM juga menerima penghargaan Anugerah Kampus Unggul (AKU) ke 10

6. AKU Kartika ke 3 kalinya dari Kopertis Wilayah VII Jawa Timur

7. UMM masuk dalam kategori Bintang 2 (**) QS-Stars

PRESTASI

1. Paten dan Hak Cipta
2. Kampus Terunggul dalam Penelitian Tk. Kopertis Wil. VII Th. 2008.
3. Satu-satu PT yang menerapkan review proposal dan hasil secara online. Ini sekarang
diadopsi Dikti.
4. Tersertifikasi KNAPP (Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi RI.

PRESTASI PENGABDIAN

1. Pengembangan program KKN Terpadu dan Tematik Percepatan Pemberantasan Buta Aksara
(PBA) bekerjasama dengan Dikti
2. Pengembangan PAUD dan SIBERMAS.
3. Pemetaan dan Pengembangan wilayah menghasilkan wirausaha baru melalui Inkubator Bisnis.
4. Fasilitator kredit permodalan UKM

KEUNGGULAN KAMPUS UMM

Muhammadiyah meskipun merupakan kampus swasta tapi memiliki beberapa keunggulan yang tak kalah dari kampus PTN di Indonesia, misalnya dalam persediaan fasilitasnya yaitu,

  1. Fasilitas akademik : seperti ruang kuliah,laboratorium,perpustakaan
  2. Fasilitas non akademik : seperti pusat kegiatan mahasiswa, poliklinik, asrama mahasiswa
  3. Fasilitas penunjang : kampus, gedung perkantoran, balai dan aula, kendaraan, plasa internet, komunikasi, PLTMH, lahan parkir
  4. Fasilitas publik : masjid, hotel, pusat kesehatan, penerbitan umm, toko buku, bengkel sepeda motor, dome umm, rumah sakit, mall, spbu, kafetaria, pusat souvenir,toko.
  5. Fasilitas rekreatif : stadion, umm dome, lapangan basket, lapangan volley, lapangan futsal,lapangan bulutangkis,tenis meja,panjat tebing, kolam kano.

YANG MEMBEDAKAN UMM DENGAN KAMPUS LAIN

Meskipun UMM ini merupakan kampus swasta akan tetapi fasilitas dan kemajuannya tidak kalah dari kampus negeri yang ada di indonesia ini, dan daya saingnya juga bukan hanya di tingkat nasional melainkan sudah sampai tingkat internasional di buktikannya dengan adanya pertukaran pelajar luar negri dengan UMM, dan prestasi-prestasi yang telah di raih oleh mahasiswanya.

 

TEKHNOLOGI

KEMAJUAN TEKHNOLOGI
Tak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang sangat pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi-inovasi yang telah dibuat di dunia ini. Dari hingga yang sederhana, hingga yang menghebohkan dunia.
Kemajuan teknologi memang sangat penting untuk kehidupan manusia jaman sekarang. Karena teknologi adalah salah satu penunjang kemajuan manusia. Di banyak belahan masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi, pangan, komputer, dan masih banyak lagi.
Sebenarnya Teknologi sudah ada sejak jaman dahulu, yaitu jaman romawi kuno. Perkembangan teknologi berkembang secara drastis dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menciptakan obyek-obyek, teknik yang dapat membantu manusia dalam pengerjaan sesuatu lebih efisien dan cepat. Salah satunya adalah seperti yang ada di Indonesia, yaitu fenomena mobil esemka yang diciptakan beberapa sekolah di Solo. Telah membuat inovasi mobil Nasional untuk Indonesia. Selain itu juga, ada di Sidoarjo yang memproduksi kapal laut untuk kebutuhan melaut.
Ini menjadi bukti bahwa memang teknologi sudah menjadi kebutuhan dan merata di setiap sektor kehidupan manusia.  Terlebih setelah adanya penemuan komputer dan laptop, yang sekarang hampir semua pekerjaan manusia memiliki hubungan dengan komputer ataupunlaptop. Sehingga pantas jika komputer adalah penemuan yang paling mutakhir dan yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia

Manfaat Kemajuan Teknologi Untuk Manusia

beberapa manfaat dari kemajuan tekhnologi, diantaranya adalah :
  • Membantu manusia untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan mereka secara lebih baik dan lebih efisien.
  • Memotivasi manusia untuk terus berpikir untuk menciptakan perubahan-perubahan dan perbaikan dalam menciptakan teknologi baru.
  • Membantu manusia mengenal sejarah dan memprediksi mengenai fenomena yang akan      terjadi di masa mendatang. Seperti memprediksi terjadinya gerhana bulan dan matahari, memprediksi peristiwa yang terjadi di tatasurya atau juga memprediksi bencana alam.

Dampak negatif dari tekhnologi

Pornografi, muncul akun palsu, identitas palsu, pembajakan akun pribadi, kelebihan informasi, kecanduan game, lupa akan kewajiban, radiasi yang berbahaya, timbilnya kesenjangan, rusaknya budaya asli, hilangnya jati diri bangsa, berbagi tindakan kriminal di dunia maya, dls.

Contoh Kemajuan Teknologi

Banyak contoh-contoh kemajuan teknologi yang dapat kita temukan di masa kini. Dari contoh kemajuan teknologi untuk internet, kemajuan teknologi untuk otomotif, kemajuan teknologi untuk masyarakat, dan masih banyak lagi. Contoh obyek dari kemajua teknologi adalah :

  • Mesin cuci sebagai salah satu contoh kemajuan teknologi masa kini, sehingga manusia lebih efisien untuk mencuci baju ataupun pakaian.
  • Social Media salah satu kemajuan teknologi yang cukup fenomenal sebagai sarana komunikasi melalui media online.
  • Alat Teknologi pengolahan pangan yang menjadikan manusia lebih efisien memproduksi makanan atau produk yang berhubungan dengan makanan.

TIPS DAN TRIK DAN MANFAAT DARI PELATIHAN PATI

TIPS DAN TRIK

Dengarkan dengan baik apa yang di sampaikan oleh pemateri/pembimbing, catatlah hal-hal yang di anggap penting dan akan keluar di test evaluasi, konsentrasi penuh.

MANFAAT PELATIHAN PATI

Pati ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa UMM, karena dengan adanya pati ini khususnya mahasiswa baru lebih mengetahui manfaat dari tekhnologi informasi terutama mengenai internet dan hal-hal penting lainnya. Dari yang mungkin ada mahasiswa yang belum tahu jadi lebih tahu walaupun tidak secara keseluruhan, dan dari mahasiswa yang sudah tahu jadi lebih bisa menambah wawasan dan pengetahuan dari pelatihan tersebut.

Daerahku

Kota Rutengku ..

 

Ruteng, sebuah kota di dataran tinggi Flores, NTT merupakan ibukota kabupaten Manggarai. Kota kecil ini menempel di lereng landai sisi utara deret pegunungan hijau Mandusawu, di ketinggian 1.200 Mdpl.

Suhu udara di kota berpenduduk 90.000 jiwa ini berkisar antara 13°C – 25°C dengan tingkat kelembaban mencapai 90 %. Selain suhu yang sangat dingin, Ruteng adalah kota hujan dengan intensitas yang cukup tinggi yakni 3,340 mm/tahun.

Seperti halnya kota – kota di dataran tinggi lainnya, Ruteng menawarkan kesejukan dan alam yang hijau sepanjang tahun. Di sisi selatan kota Ruteng, membentang kawasan hutan hujan tropis sebagai penyangga kekayaan flora dan fauna endemik Flores. Sedangkan di sisi utaranya, membentang hamparan lembah dan bukit – bukit hijau yang diselimuti petak – petak sawah berundak.

Kota Ruteng sendiri dilingkari berbagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi, salah satunya adalah gua purba Liang Bua, tempat ditemukannya fosil homo floresiensis atau yang lebih dikenal dengan Hobbit dari Flores. Liang Bua berjarak 30 km dari kota Ruteng dengan waktu tempuh 30 menit.

Selain Liang Bua, juga terdapat kawasan persawahan tradisional berbentuk sarang laba – laba (spider web) atau yang disebut ‘Lingko’. Kawasan ini terletak 20 km sebelah barat kota Ruteng, tepatnya di kampung Cara – Cancar, dengan waktu tempuh 15 – 20 menit.

Sebaran destinasi tak hanya di luar kota Ruteng, tetapi juga di dalam kota. Kampung adat Ruteng Pu’u adalah salah satunya. Ini merupakan satu – satunya kampung adat yang masih memiliki formasi kampung tradisional dengan konstruksi bebatuan ala kampung tradisional orang Manggarai di seantero kampung. Di sini juga terdapat sepasang rumah adat beratap ijuk berbentuk kerucut.

Di sisi utara kota Ruteng terdapat sebuah bukit kecil bernama Golo Curu, merupakan tempat terbaik untuk menikmati pemandangan kota Ruteng dan sekitarnya. Pada pagi hari, dari bukit ini kita bisa menyaksikan matahari terbit menerjang kabut yang menutupi lembah.

Begitu pula di sore hari, meski terkadang kabut menghalangi pemandangan matahari terbenam, namun di saat – saat terbaik bisa menikmati matahari terbenam di celah – celah bukit dan hamparan persawahan.

Bagi pecinta trekking dan hiking, puncak tertinggi Flores, Gunung Ranaka (2.303 mdpl) berdiri kokoh di sebelah tenggara kota Ruteng, dengan jarak tempuh 15 menit dari pusat kota arah timur menuju starting point pendakian di kampung Robo.

Jika memiliki waktu yang cukup, pendakian ke Ranaka bisa dilanjutkan dengan trekking menuju danau tropis Ranamese di sisi timur Ranaka memotong lereng puncak vulkanis anak Ranaka yang disebut Nampar Nos.

Air terjun bertingkat Cunca Lega yang berjarak 40 km ke arah barat daya menjadi pesona eksotis lainnya bagi yang memiliki cukup waktu selama berada di Ruteng.

Selain dilingkupi beragam keindahan, Ruteng merupakan stasiun utama bagi wisatawan yang akan menunjungi kampung tradisional Wae Rebo di Satarmese Barat.

Untuk mencapai kota Ruteng, wisatawan bisa menggunakan transportasi darat dan udara. Jarak dari Labuan Bajo menuju Ruteng adalah 135 km dengan waktu tempuh 3 – 3,5 jam menggunakan kendaraan umum maupun sepeda motor.

Bagi yang memulai perjalanan dari arah timur Flores, jarak dari Bajawa ke Ruteng hampir sama dengan jarak Ruteng – Labuan Bajo yakni 132 km dengan waktu tempuh yang hampir sama.

Selain menggunakan transportasi darat, Ruteng memiliki sebuah bandara kecil yakni Bandara Udara Frans Sales Lega, yang melayani penerbangan antar-kota dan pulau di NTT.

Namun, kondisi cuaca di Ruteng yang sering berkabut dan hujan membuat jadwal penerbangan menjadi tidak menentu terlebih khusus di saat musim penghujan antara Oktober hingga Maret.

Menikmati kota Ruteng dengan segala eksotisme yang melingkupinya, saat ini telah tersedia pilihan yang menantang yakni bersepeda. Sebuah penyedia jasa wisata sepeda gunung (Mountain Bike) satu – satunya di Flores kini berbasis di Ruteng. Wisatawan bisa menyewa sepeda atau sekaligus memesan program yang dipandu oleh pemandu sepeda profesional.

Selain atraksi wisata yang bisa dinikmati setiap saat, Ruteng juga menawarkan berbagai atraksi budaya yang hanya bisa disaksikan dalam waktu tertentu dalam satu tahun, terkait dengan ritual adat Penti dan atraksi pertandingan Caci baik di pusat kota Ruteng, maupun di kampung – kampung adat di dalam wilayah kota.

Perihal akomodosai penginapan dan rumah makan, tidak perlu khawatir. Kota kecil ini sudah memiliki beberapa hotel dengan pilihan harga dan kelas yang bervariasi, begitu juga dengan restoran dan rumah makan.

Bagi yang penasaran dengan kopi Manggarai, sebuah kedai kopi bernama Kopi Mane menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi selama berada di Ruteng. Ini juga menjadi tempat menikmati kopi terbaik sedaratan Flores.

Ruteng, memang tak pernah habis untuk digambarkan. Kota yang sedikitnya mengadopsi tata tuang kota – kota dataran tinggi di Eropa dengan venue utama berupa alun – alun dan lapangan di pusat kota  dan sebuah Gereja Katedral tua sebagai landmark, membuat kota ini memberi seduhan rasa yang berbeda tentang Flores. Bagi yang pernah datang dan tinggal di Ruteng, kota kecil ini menawarkan sesuatu yang lebih, ‘rindu untuk kembali’.

KEBUDAYAAN MANGGARAI

ASPEK KEBUDAYAAN MANGGARAI
Pada umumnya gambaran masyarakat Manggarai bisa dilihat dari corak maupun ragam budayanya yang tercermin dalam berbagai sistem atau sub-sistem yang berlaku. Beragam sub-sistem yang hidup dalam masyarakat Manggarai yang dapat memperlihatkan bagaimana sesungguhnya corak kebudayaan di Manggarai. Sub-sistem yang hidup dalam masyarakat Manggarai yaitu sub-sistem religi, sub-sistem organisasi, sub-sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian atau ekonomi, sistem teknologi.

1. Religi
Secara umum, sistem religi asli orang Manggarai adalah monoteis implisit, dengan dasar religinya yakni menyembah Tuhan Maha Pencipta dan Maha Kuasa (mori jadi dedek – Ema pu’un kuasa), meski masih terdapat cara-cara dan tempat persembahan misalnya, compang (mesbah) juga terkadang di bawah pohon-pohon besar yang dipandang angker dan suci.

Compang (Mesbah)
Yang didirikan di tengah kampung karena menurut kepercayaan orang Manggarai di sana berdiamlah Sang Naga Beo (kekuatan pelindung) yang menjaga ketentraman warga kampung setiap waktu. Compang itu berbentuk bulat maksudnya atau mengandung makna kekerabatan, sehingga dalam upacara adat Manggarai sering diungkapkan kalimat sebagai berikut:

Muku ca pu’u toe woleng curup (kesatuan kata)
Ipung ca tiwu neka woleng wintuk (kesatuan tindakan)
Teu ca ambong neka woleng lako (kesatuan langkah)

Wujud nyata dari prinsip ini nampak dalam kegiatan leles, kokor tago, dan lain-lain. semuanya menekankan persaudaraan, kebersamaan, dan kekeluargaan.
Di dalam masyarakat Manggarai, khususnya berkaitan dengan religius tumbuh dan berkembangnya upacara-upacara adat yang berkaitan untuk menyebut nama Tuhan atau wujud tertinggi misalnya :

* Dalam acara penti, ucapan untuk menyebut nama Tuhan atau wujud tertinggi:
Lawang morin agu ngaran
Artinya untuk minta pengukuhan dari Tuhan sebagai pemilik atau pemberi atas benih atau tumbuh-tumbuhan yang digunakan oleh manusia. sehingga dalam adat Manggarai, diadakannya pesta penti (syukuran) kepada Tuhan atas pemberiannya itu.

* Dalam upacara kematian, ucapan untuk menyebut nama Tuhan atau wujud tertinggi :
Kamping morin agu ngaran 

2. Sistem Organisasi Sosial atau Kemasyarakatan
1. Lembaga adat atau tua adat
* Gendang
A. Sejarah berdirinya gendang
Secara etimologis, gendang adalah alat musik tradisional Manggarai sejenis drum. Sedangkan secara esensial, gendang adalah lembaga kekuasaan dari suatu masyarakat hukum adat. Seperti masyarakat hukum adat Gendang Mano, Gendang Alang Mano, Gendang Lame, dan Gendang Bea Laing. Sehingga secara umum Gendang adalah nenek moyang dari masyarakat hukum adat tertentu beserta keturunannya yang berkuasa untuk memerintah seluruh masyarakat hukum adat tertentu dan berkuasa atas wilayahnya.
Dalam hal terbentuknya gendang, walaupun memiliki sejarah tersendiri tetapi melihat struktur lembaga hukum adat yang berlaku sampai sekarang di Kabupaten Daerah Tingkat II Manggarai, maka gendang dibentuk atau diadakan oleh Gelarang yang tugasnya untuk menyelesaikan sengketa tanah atau lingko yang timbul antara gendang dan menentukan serta membagikan lingko-lingko kepada setiap kampung atau gendang.
Cara lain yang membentuk atau mengadakan gendang adalah sebagai akibat memenangkan perang atau menguasai suatu wilayah kosong.
Gendang Mano yang dimaksud dalam penelitian ini dibentuk setelah menguasai suatu wilayah kosong yang telah ratusan tahun ditinggalkan. Wilayah kosong ini ditemukan oleh nenek moyang orang Mano yaitu suku Kuleng. Suku ini kemudian membentuk Gendang’n one lingko’n pe’ang yang berdiri sampai saat ini. Perlu juga diketahui bahwa nenek moyang pertama yang menguasai wilayah Mano adalah Empo Mbak. Empo Mbak ini adalah pelarian atau orang buangan dari suku Minangkabau sebagai akibat perebutan kekuasaan. Dalam legenda orang Manggarai, Empo Mbak ini adalah seorang keturunan raja Minangkabau.
Dalam perkembangannya, karena memiliki lingko yang luas dan banyak maka Gendang Mano memberikan (widang) suatu lingko kepada orang Alang sebagai tanda persaudaraan.
Kemudian terbentuklah gendang’n onen lingkon’n pe’ang, dari Gendang Alang Mano.
Demikian juga dengan Gendang Bea Laing yang disebut dengan Gendang Ase Ka’e (famili, sanak saudara), karena sebenarnya Bea Laing berasal dari suku Pau Ruteng. Atas kebaikan orang Mano mereka lalu diberikan untuk menghuni wilayah Bangka Pau di Mano kemudian pindah ke Mera Mano. Karena perkembangan akhirnya mereka pindah ke Bea Laing untuk menetap, dan melalui perkawinan maka terjadilah hubungan dengan masyarakat Gendang Mano, karena melalui suatu kebijaksanaan maka Gendang Mano memberikan lingko kepada suku Pau Ruteng.
Sedangkan terbentuknya Gendang Lame atau gendang widang (pembagian) adalah gendang pembagian kepada saudari perempuan atau kepada anak mantu.
Maka Gendang Mano membagi lingko untuk mendirikan Gendang Lame. Serta lembaga hukum adatnya yaitu Gendang’n onen lingko’n pe’ang.
Sehingga hubungan antara Gendang Mano dan ketiga Gendang tersebut sangat erat dan harmonis dan ketiga Gendang yang dibentuk tetap tunduk dan taat kepada Gendang Mano, seperti dalam hal sebagai berikut :
– Ketiga Gendang harus tunduk dan taat kepada perintah dari Gendang Mano dalam hubungan adat istiadat mengenai lingko.
– Apabila ketiga Gendang tersebut membagi moso atau lodok (membagi tanah per keluarga), Gendang Mano harus mendapatkan juga satu bagian sebagai Gendang induk.
– Masyarakat dari kegita Gendang harus hadir apabila dipanggil oleh Tu’a Gendang Mano sehubungan dengan pesta penti.

B. Fungsi, tugas dan struktur organisasi gendang
Pada dasarnya fungsi, tugas dan struktur organisasi gendang yang ada di Manggarai sama.
a. Fungsi organisasi gendang :
– Menegakkan sejarah garis keturunan.
– Mempertahankan kekuasaan gendang.
– Mempersatukan warga gendang.
– Menata kehidupan sosial warga gendang.
– Mempertahankan kepemilikan tanah dan mengatur pembagiannya.
– Membentuk pertahanan yang kuat dalam menghadapi musuh.
b. Tugas organisasi gendang :
– Menjaga dan memelihara kesinambungan keberadaan keturunan gendang.
– Menata ketertiban sosial bagi kehidupan warga gendang.
– Memasukkan kehidupan bersama warga gendang.
c. Struktur organisasi gendang
Sebagai tambahan, saya mulai saja dengan melihat kembali sejarah pemerintahan di Manggarai sejak zaman pemerintahan Goa, Bima dan pemerintahan jajahan Belanda. Sehingga struktur pemerintahan pada jaman itu adalah sebagai berikut :

Gambar 1
Struktur Organisasi Elit Tradisional
Di Kabupaten Manggarai

Membaca dan melihat struktur pemerintahan tersebut jelas terlihat bahwa Raja membentuk dan mengangkat Dalu yang kemudian dinamakan Haminte sampai dengan tahun 1968. Kemudian Dalu membentuk Gelarang yang fungsi dan tugasnya menentukan dan membagi-bagikan Lingko kepada setiap kampung atau gendang serta menyelesaikan sengketa tanah yang timbul antara gendang di setiap kampung atau desa. Keadaan ini berlaku hingga saat ini melalui hukum adat Manggarai, tetapi tidak mutlak untuk membentuk atau mengadakan gendang di setiap kampung.
Keadaan dewasa ini telah menunjukkan bahwa Raja, Dalu dan Gelarang tidak berperan lagi karena organisasinya telah bubar, yang tertinggal hanyalah apa yang dinamakan dengan gendang atau lembaga hukum adat yang disebut dengan gendang’n onen lingko’n pe’ang.
Mengenai struktur organisasi elit tradisional yang dalam penelitian ini adalah gendang, dapat dilihat pada gambar 2.
Deskripsi jabatan :
1. Tu’a gendang adalah sekelompok orang yang merupakan pendiri gendang dan keturunannya. Sehingga mereka menguasai Beo (kampung) secara keseluruhan yaitu gendang’n onen lingko’n pe’ang.
Keturunan pendiri gendang berhak untuk menjadi :
– Tu’a Golo

– Tu’a Teno
– Ata lami gendang (keluarga yang menempati rumah niang atau rumah gendang dan menjaga serta memelihara).
– Pelaksana ritus gendang yang menentukan penti (syukuran), oli (upacara musim tanam), wasa (mohon penyuburan), dan paki kaba (persembahan).
Gambar 2
Struktur Organisasi Elit Tradisional
Di Desa Mandosawu

2. Tu’a Golo
Adalah Tu’a yang menguasai golo (kampung)
Pa’ang’n olon, ngaung’n musi (segenap wilayah milik gendang yang bertugas memimpin rakyat gendang, mengontrol dan menertibkan pelaksanaan adat istiadat sebagai pedoman hidup seluruh warga gendang dan memberi sanksi bagi yang melanggar tata tertib gendang.
Yang mengangkat Tu’a Golo adalah Tu’a Gendang. Dia yang diangkat karena turunan pendiri gendang, mempunyai gesah sebagai pemimpin, taat kepada aturan adat istiadat dan tidak banyak cacat cela dalam hal moral.
Tugas Tu’a Golo adalah sebagai pemimpin rakyat gendang dalam hal urusan harian seperti ketertiban warga gendang, menjaga keamanan warga dan kebun warga. Dan persyaratan menjadi Tu’a Golo adalah orang yang bijaksana, mampu menyelesaikan masalah dalam wilayah gendang. Dalam musyawarah gendang, dia adalah pemimpin sidang, khusus di luar kekuasaan Tu’a Teno. Tetapi dia harus taat kepada kebijaksanaan Tu’a Gendang yang merupakan sesepuh-sesepuh agung gendang. Dan perlu diketahui bahwa kedudukan Tu’a Golo dan Tu’a Teno adalah sejajar.
3. Tu’a Teno adalah orang yang berasal dari Tu’a gendang dengan tugas menentukan pembagian tanah yang menjadi hak milik gendang, mengamankan pelaksanaan pembagian tanah dan melaksanakan ritus pembagian. Sedang yang menentukan kepemilikan tanah adalah Tu’a Gendang.
4. Tu’a Panga. Panga (bagian atau cabang) adalah sekelompok orang yang merupakan turunan Tu’a Gendang pada lapisan tertentu yang dipercayakan untuk mengurus diri berdasarkan kebijaksanaan Tu’a Gendang, Tu’a Golo dan Tu’a Teno.
Tu’a Panga adalah pemimpin atau kepala panga. Panga terdiri dari beberapa Ame atau keluarga yang berasal dari satu nenek dalam suku tertentu.
5. Tu’a Ame adalah keturunan Tu’a Gendang sesudah lapisan panga dan dipercayakan untuk mengurus diri. Ame terdiri dari beberapa kilo atau keluarga. Tu’a Ame adalah pemimpin keluarga.
6. Tu’a Kilo adalah yang mengetahui atau menguasai suatu keluarga. Tu’a Kilo adalah pemimpin keluarga yang biasanya disandang oleh bapak.
7. Tu’a Wa’u adalah yang mengepalai keturunan pendatang yang telah berkembang dalam gendang dan menerima pembagian tanah. Pada umumnya mereka memiliki hubungan dengan gendang karena faktor perkawinan. Walaupun mereka merupakan keturunan pendatang, namun tetap taat pada tata tertib dan peraturan gendang yang dihuni.
8. Tu’a Wae Tu’a yaitu yang mengetahui atau menguasai suku yang tertua dari gendang tersebut. Biasa disebut dengan wae ka’e atau keturunan tertua.
9. Tu’a Wae Koe yaitu yang mengetahui atau menguasai suku yang termuda dalam gendang. Biasa disebut dengan wae ase atau keturunan termuda.
C. Ruang Lingkup Wilayah Gendang
Wilayah kekuasaan gendang adalah suatu wilayah tertentu dari sebuah kampung atau desa yang terdiri dari beberapa lingko atau tanah dan setiap lingko mempunyai tanah sendiri. Wilayah kekuasaan ini nampak dalam sebutan gendang’n onen atau beon one, lingko’n pe’ang.
Gendang’n one yang dimaksud adalah segenap warga gendang sedangkan lingko’n pe’ang adalah wilayah yang merupakan tanah (lingko) milik gendang.
* Kekerabatan atau Keluarga Perkawinan
(Menyangkut Anak Wina – Anak Rona)
– Sistem perkawinan menurut adat Manggarai
Menurut adat Manggarai, ada tiga cara atau sistem perkawinan yaitu :
a. Cangkang
Perkawinan di luar suku atau perkawinan antar suku. Dalam bahasa adanya dikatakan laki pe’ang atau wai pe’ang (anak wanita yang kawin di luar suku). Orang yang laki pe’ang atau wai pe’ang membuka jalur hubungan baru dengan suku-suku lain. Dengan itu keluarga besar lebih lebar jangkauan hubungan woe nelu-nya. Dari praktek orang tua tempo dulu, orang yang laki pe’ang bukan sembarang orang. Biasanya dari kalangan keluarga yang mampu membayar belis atau paca. Karena paca itu sendiri bukan cuma soal uang atau hewan, tetapi terutama soal harga diri dan martabat dari kedua belah pihak, antara keluarga pria dan wanita.
b. Tungku
Perkawinan untuk mempertahankan hubungan woe nelu, hubungan anak rona dengan anak wina yang sudah terbentuk akibat perkawinan cangkang. Laki-laiki dan wanita yang kawin tungku disebut saja laki one dan wai leleng one.
Pemuda yang laki one dapat berarti pria yang kawin tungku, juga berarti perkawinan terjadi di dalam atau di sekitar kampung asalnya.
Demikian pula terhadap wanita yang wai leleng one. Berbicara tentang paca untuk orang yang laki one dan wai leleng one tergantung pada jenis tungku.
Menurut adat Manggarai ada beberapa jenis tungku :
– Tungku cu atau tungku dungka
Kawin antara anak laki-laki dari ibu kawin dengan anak perempuan dari saudara itu atau om.
– Tungku nereng nara
– Tungku anak de due
– Tungku canggot
– Tungku ulu atau tungku sa’i
– Tungku salang manga
– Tungku dondot
c. Cako
Perkawinan dalam suku sendiri. Biasanya anak laki-laki dari keturunan adik dan anak perempuan dari keturunan kakak. Disebut juga sebagai perkawinan cako cama tau. Perkawinan cako biasanya orang tua mulai mencobanya pada lapisan ketiga atau lapisan keempat dalam daftar silsilah keluarga. Mengapa dikatakan mencoba? Karena menurut adat Manggarai, tidak semua perkawinan cako direstui mori agu ngaran. Orang Manggarai percaya bahwa Tuhan-lah yang menentukan apakan perkawinan itu direstui atau tidak. Ada bukti bahwa perkawinan cako tidak direstui, bahwa kedua insan yang menikah itu mati pada usia muda sebelum memperoleh anak.
Perkawinan cako cama salang artinya perkawinan yang dilangsungkan dengan sesama anak wina. Dalam konteks ini belis tidak dituntut sesuai dengan kemampuan kita. Berlaku ungkapan tama beka salang agu beka weki.

* Arti anak wina dan anak rona
Dalam konteks sosial budaya Manggarai yang disebut anak rona berasal dari keturunan pria atau yang disebut ata one. Sedangkan anak wina berasal dari keturunan anak perempuan atau yang disebut ata pe’ang.
Anak wina – anak rona muncul karena hubungan perkawinan, di mana pihak pria disebut anak wina dan pihak perempuan disebut anak rona.

3. Ilmu Pengetahuan
Sejak dulu, orang Manggarai memiliki pengetahuan tentang alam sekitarnya, baik fauna maupun flora dengan seluruh ekosistemnya. Sistem dan pola hidup masyarakat Manggarai yang agraris mengharuskan mereka memiliki pengetahuan yang cukup tentang flora, tentang tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang bermanfaat bagi kehidupannya.
Begitupun pengetahuan tentang fauna dimiliki secara turun temurun karena orang Manggarai pada dasarnya senang beternak dan berburu.

4. Bahasa
Mengutip hasil penelitian Pastor P.J. Verheijen, SVD yang dilakukannya sebelum 1950 menyebutkan bahwa di Manggarai terdapat enam bahasa, yaitu bahasa Komodo di pulau Komodo, bahasa Werana di Manggarai Tenggara, bahasa Rembong di Rembong yang wilayahnya meluas ke Ngada Utara, bahasa Kempo di wilayah Kempo, bahasa Rajong di wilayah Rajong dan bahasa Manggarai Kuku yang termasuk atas lima kelompok dialeg, termasuk bahasa Manggarai Timur Jauh.
Pengelompokkan bahasa tersebut sekaligus mengisyaratkan secara umum kelompok budaya di Manggarai yang erat kaitannya dengan corak kesatuan genealogis, sebab kesatuan genealogis yang lebih besar di Manggarai adalah Wa’u (klen patrilineal) dan perkawinan pun patrilokal. Dalam kesatuan genealogis inilah bahasa terpelihara baik secara turun temurun.

5. Kesenian
Di Manggarai juga tumbuh dan berkembang berbagai jenis kesenian khas daerah ini seperti seni sastra, musik, tari, lukis, disain dan kriya. Dari berbagai jenis kesenian itu, ada dua jenis yang sudah mencapai tingkat sebuah peradaban dan sudah dikenal luas, yakni seni pertunjukan caci dan seni rupa (kriya), songke.
Caci sudah merupakan puncak kebudayaan Manggarai yang unik dan sarat makna: seni gerak (lomes), nilai etika (sopan santun), nilai estektika, muatan nilai persatuan, ekspresi suka cita, nilai sportifitas, serta penanaman percaya diri.
Beberapa macam kesenian di Manggarai :
– Seni Musik
* Alat-alat musi tradisional : sunding, gong, gendang, tambor, tinding.
– Seni Tenun
* Tenun Songke
Seni kriya songke sarat dengan nilai dan simbol. Warna dasar hitam pada songke melambangkan sebuah arti kebesaran dan keagungan orang Manggarai serta kepasrahan bahwa semua manusia akhirnya akan kembali pada Yang Maha Kuasa. Sedangkan aneka motif bunga pada kain songke mengandung banyak makna sesuai motif itu sendiri seperti motif wela kawong bermakna interdependensi antara manusia dengan alam sekitarnya.
Motif ranggong (laba-laba) bersimbol kejujuran dan kerja keras. Motif ju’i (garis-garis batas) pertanda keberakhiran segala sesuatu, yaitu segala sesuatu ada akhirnya, ada batasnya. Motif ntala (bintang) terkait dengan harapan yang sering dikumandangkan dalam tudak, doa porong langkas haeng ntala, supaya senantiasa tinggi sampai bintang.
Maksudnya, agar senantiasa sehat, umur panjang, dan memiliki ketinggian pengaruh lebih dari orang lain dalam hal membawa perubahan dalam hidup.
Motif wela runu (bunga runu), yang melambangkan sikap atau ethos bahwa orang Manggarai bagaikan bunga kecil tapi memberikan keindahan dan hidup di tengah-tengah kefanaan ini.
– Seni Sastra
Cerita-cerita rakyat.
– Seni Tari
* Ronda

Ronda adalah sebuah nyanyian yang dipakai sebagai nyanyian perarakan, misalnya menjemput tamu baru.

* Sae
Sebuah tarian adat Manggarai untuk memeriahkan sebuah pesta. Misalnya dalam upacara adat masyarakat yaitu upacara paki kaba dalam rangka congko lokap atau menempatkan kampung baru.
* Sanda
Sebuah nyanyian, yang dinyanyikan oleh banyak orang dalam bentuk lingkaran. Sanda sering dipakai dalam upacara menjelang pesta penti dan pesta adat lainnya.
* Danding
* Wera

6. Sistem Mata Pencaharian atau Ekonomi
Aktivitas perekonomian atau mata pencaharian sudah sangat lama dikenal dalam masyarakat Manggarai. Bahkan sepanjang usia peradaban yang dimilikinya, seusia itu pula pengenalan masyarakat setempat terhadap kegiatan mencari nafkah, berdagang atau bermata pencaharian.
Dalam bidang pertanian, sudah sangat lama dikenal pola perkebunan yang disebut oleh masyarakat setempat dengan lingko (kebun komunal atau sistem pembagian tanah pertanian yang disebut lodok).
Sama seperti halnya sub-sistem sosial yang lain, sub-sistem ekonomi dan mata pencaharian orang Manggarai senantiasa melekat dengan nuansa-nuansa religi. Pesta kebun adalah acara syukuran kepada mori jari dedek dan arwah nenek moyang atas hasil padi dan jagung yang diperoleh. Begitu pula upacara penanaman benih atau upacara silih yang dilakukan agar kebun atau ladang terhindarkan dari berbagai hama penyakit yang mengganggu tanaman.
Seperti diketahui, masyarakat Manggarai pada umumnya adalah masyarakat agraris. Secara turun temurun dua jenis tanaman andalan masyarakat adalah padi dan jagung. Bahwa kemudian kopi mendapat tempat sebagai komoditas yang akrab dengan orang Manggarai.
Sejak tahun 1938, pembukaan sawah dengan sistem irigasi sudah dikenal di Manggarai. Semula sistem irigasi persawahan ini kurang diminati masyarakat karena terasa asing. Tapi, setelah melihat hasil pekerjaan orang yang mengerjakan jauh lebih baik dan menjanjikan, maka sistem irigasi pun secara berangsur-angsur mulai ditiru dan kemudian malah menjadi kegiatan primadona.
Di samping mengerjakan sawah, berladang dan menanam kopi orang Manggarai juga terkenal handal dalam beternak kerbau, sapi, kuda, babi, anjing, ayam, serta melaut.

7. Teknologi
Masyarakat Manggarai di masa lalu sudah mengenal bahkan mampu menghasilkan peralatan atau perkakas yang dibutuhkan untuk kehidupannya.
Secara tradisional, mereka sudah dapat membangun rumah.
Dalam hal pembuatan rumah, misalnya di Manggarai dikenal lima tahapan yang sekaligus menggambarkan konstruksi segi lima. Konstruksi segi lima ini berkaitan dengan latar belakang filosofis dan sosiologis. Angka ini memang dipandang sebagai angka keramat karena secara kausalistis dihubungkan dengan rempa lima (lima jari kaki), mosa lima (lima jari dalam ukuran pembagian kebun komunal), sanda lima, wase lima, lampek lima.
Untuk pakaian, orang Manggarai sebelum mereka mengenal tenun ikat, bahan pakaiannya terbuat dari kulit kayu cale (sejenis sukun).
Sementara untuk perhiasan sebelum mereka mengenal logam, perhiasan mereka umumnya terbuat dari tempurung kelapa, kayu atau akar bahar.
Begitupun teknologi pembuatan minuman tradisional juga sudah dikenal cama di masyarakat Manggarai, yakni proses pembuatan atau mencampur air enau dengan kulit damer sehingga menghasilkan alkohol berkadar tinggi seperti arak atau tuak.
Masyarakat Manggarai sejak dulu juga sudah mengenal cara pembuatan obat-obatan yang berasal dari daun-daunan, misalnya londek jembu yaitu pucuk daun jambu untuk mengobati sakit perut, kayu sita, untuk pengombatan disentri.
Sebelum mengenal logam, untuk alat-alat pertanian, masyarakat Manggarai sudah mengenal perkakas dari bambu, kayu atau tanah liat untuk mengolah tanah pertanian. Sementara alat perburuan yang dikenal yakni bambu runcing, lidi enau, tali ijuk.